PROGRAM UNGGULAN
GEN+
Generasi Nutrisi Plus
Latar Belakang Terbentuknya GEN+
Kesehatan remaja di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi, menghadapi tantangan serius terkait gizi dan kesehatan reproduksi. Data menunjukkan bahwa prevalensi anemia di kalangan remaja putri di Jawa Barat mencapai 40%, dengan beberapa wilayah seperti Kabupaten Kuningan mencatat angka hingga 44% . Anemia pada remaja dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas, dan mempengaruhi perkembangan fisik serta mental.
Selain itu, edukasi mengenai gizi seimbang masih kurang di kalangan remaja. Sebuah studi di Bekasi menunjukkan bahwa 48,4% mahasiswa sering mengonsumsi makanan cepat saji, dan 81,9% memiliki aktivitas fisik yang kurang . Kurangnya pengetahuan ini berkontribusi pada masalah gizi yang dapat berdampak jangka panjang.
Dalam aspek kesehatan reproduksi, meskipun terdapat peningkatan jumlah kelompok remaja yang mengikuti penyuluhan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Jawa Barat dari 3.523 kelompok pada 2023 menjadi 3.913 kelompok pada 2024, masih banyak remaja yang belum mendapatkan informasi yang memadai . Kabupaten Sukabumi mencatat peningkatan dari 236 kelompok pada 2023 menjadi 244 kelompok pada 2024, menjadikannya wilayah dengan jumlah kelompok PIK-R terbanyak di Jawa Barat.
Tujuan GEN+ Secara Spesifik
Meningkatkan pengetahuan gizi, kesehatan reproduksi dan pencegahan Triad KRR melalui konten media sosial dan booklet edukatif. 50.000 views total dari kampanye online dan 500 booklet dibagikan ke 5 sekolah/perguruan tinggi. Konten dirancang menarik (reels, quiz, kolaborasi) dan booklet dibagikan dalam campaign offline. Membahas seputar Anemia, kurangnya edukasi gizi, kesehatan reproduksi, seksualitas adalah isu besar di kalangan remaja Kota Sukabumi. Kampanye dijalankan mulai Januari 2025 (Online) dan April 2025 (Offline), evaluasi akhir Agustus 2025.
Menanggapi tantangan tersebut, program inovatif "GEN+ (Generasi Nutrisi Plus)" diluncurkan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi, kesehatan reproduksi, dan pencegahan Triad KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA). Program ini menggabungkan pendekatan online dan offline untuk menjangkau remaja secara luas dan efektif.
Sejak Januari 2025, kampanye online melalui media sosial telah mencapai 50.000 views, memanfaatkan konten menarik seperti reels, kuis, dan kolaborasi dengan influencer. Mulai April 2025, kampanye offline dilakukan dengan membagikan 500 booklet edukatif ke lima sekolah dan perguruan tinggi di Kota Sukabumi. Booklet ini dirancang untuk memberikan informasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja.



